page

page

Sabtu, 17 Maret 2012

geoteknik


PEMBEBANAN TERHADAP BAWAH TANAH
Kelompok 2
Universitas Gunadarma, Jurusan Teknik Sipil 2011

I.             ABSTRAK
Tanah mempunyai peranan penting pada pekerjaan konstruksi bangunan, salah satunya adalah sebagai pondasi pendukung di suatu bangunan. Mengingat hampir semua bangunan dibuat diatas tanah maka perlu dibuat pondasi yang mampu memikul beban-beban yang bekerja pada bangunan tersebut. Jika lapisan tanah cukup keras dan mampu untuk memikul beban bangunan, maka pondasi dapat dibangun secara langsung diatas permukaan tanah tersebut. Bila dikhawatirkan tanah tersebut akan rusak atau turun akibat gaya yang bekerja melalui permukaan tanah, maka kadang diperlukan suatu konstruksi seperti tiang pancang.
`Pembebanan bawah tanah  terdiri dari beban statis dan beban dinamis. Beban statis adalah beban yang tetap, baik besarnya (intensitasnya), titik bekerjanya dan arah garis kerjanya. Sedangkan beban dinamik adalah beban yang besarnya (intensitasnya) berubah-ubah menurut waktu. Beban dinamik dapat disebut sebagai beban yang bergerak. Sebuah bangunan akan menimbulkan sebuah beban tertentu terhadap bawah tanah. Oleh pondasi, suatu volume tanah tertentu akan mengalami tegangan tergantung dari beban pikul dan luas pondasinya. Pada tekanan yang sama, berlaku keadaan dimana semakin besar bidang pondasi, semakin dalam pula zona tanah yang menerima tegangan, tegangan akan berkurang sejalan dengan besarnya jarak sampai pada pondasi. Sebagai akibat dari terjadinya tegangan dalam bawah tanah, maka akan timbulah suatu deformasi (perubahan bentuk). Jadi, perilaku penurunan sebuah banguan tergantung dari geologi lahan bangunan itu sendiri dan dari beban pikul yang ditimbulkan oleh bangunan tersebut bangunan terhadap bawah tanah. Apabila sebuah beban ternyata terlampau besar bagi bawah tanah, maka massa tanah bisa kehilangan ketahanannya.
Kata kunci : Beban Statik, beban dinamik, geologi lahan, beban pikul.


II.          PENDAHULUAN
Dalam teknik sipil, pengetahuan dalam pembebanan bawah tanah sangatlah  penting mengingat aplikasi dari teknik sipil yaitu perancangan sebuah bangunan serta infrastruktur. Dimana sebelum merancang infrastruktur itu kita mesti membuat pondasi. Pondasi adalah sebagian bangunan bawah tanah dan daerah tanah/batuan yang berdekatan yang akan dipengaruhi kedua elemen bagian bangunan bawah tanah maupun beban-bebannya.
Pondasi dibangun untuk menahan bangunan dan beban di atasnya.  Seorang ahli pondasi harus memikirkan bagian-bagian konstruksi yang mempengaruhi pemindahan beban dari bagian bangunan atas tanah ke tanah sehingga stabilitas tanah yang dihasilkan dan deformasi yang diperkirakan masih dapat diizinkan. Pada umumnya pondasi bangunan dapat dibagi dalam 3 golongan utama, yaitu pondasi langsung dan pondasi plat, pondasi tiang dan pondasi sumuran.
Sebelum kita mendalami tentang pondasi, terlebih dahulu kita mesti tahu apa itu pembebanan bawah tanah. Pembebanan bawah tanah itu terdiri dari beban statis dan beban dinamis. Beban statis adalah baban tetap, baik besarnya (intensitasnya), titik bekerjanya dan arah garis kerjanya. Beban statis yang sangat berpengaruh terhadap reaksi massa tanah adalah bangunan.
Beban statis itu bisa terjadi pada pondasi di atas batuan, pondasi pada lapisan batuan di dalam bawah  tanah yang dalam, juga pondasi di atas tanah. Sedangkan beban dinamik adalah beban yang besarnya (intensitasnya) berubah-ubah menurut waktu, sehingga dapat dikatakan besarnya beban merupakan fungsi waktu. Dengan kata lain, beban dinamis adalah beban yang sifatnya bergerak. Beban dinamis yang sangat berpengaruh terhadap reaksi massa tanah adalah:
·           Gelombang
·           Gempa bumi
Pemberian beban statis dan dinamis dilakukan secara bertahap terhadap pondasi dengan variasi berat dan variasi frekuensi, yaitu 1.2 Hz, 1.9 Hz dan 2.3 Hz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah mengalami perubahan parameter setelah menerima beban statis dan dinamis.  Pada kenyataannya, tanah bukanlah material yang kaku, tetapi merupakan material yang fleksibel. Jika tanah menerima suatu sistem pembebanan maka tanah tersebut dapat berubah bentuk (deformasi), akibatnya parameter tanahnya juga berubah.
Perubahan ini menyebabkan rendahnya daya dukung tanah, sehingga tanah dapat mengalami keruntuhan atau penurunan.  Dalam makalah ini akan dibahas lebih dalam tentang beban statis, beban dinamis, kemungkinan terjadinya beban statis di berbagai pondasi, serta penentuan besarna gempa bumi.

III.      PEMBAHASAN
Pembebanan bawah tanah
Dalam pembebanan bawah tanah terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:
1.      Beban statis
Proyek-proyek sipil itu dapat dibagi dalam beberapa proyek, yaitu proyek konstruksi ringan dan proyek konstruksi berat. Contoh pada konstruksi ringan adalah bangunan gedung dari tingkat satu hingga tiga tingkat, toko kecil dan bangunan kantor.

TABEL 15.1. REAKSI TANAH TERHADAP PROSES EKNIS DAN PROSES ALAMI


Pemebanan (7.2.)
Peniadaan penopang (7.3.)
Perubahan permukaan zat cair
PROSES TEKNS
(hanya dapat terjadi sewaktu berlangsungnya pembangunan atau dapat  pula secara berkesinabunga).
Statis
·   Bendungan
·   Jembatan
·   Bangunan gedung
Dinamis
·       Getaran mesin
·       Ledakan
·       Lalu lintas
Penggalian permukaan
·    Pondasi
·    Galian
·    Torehan untuk jalan, rel kereta, dan kanal
Penggalian bawah tanah
·   Terowongan
·   Rongga bawah tanah
·   Lorong tambang
Pengambilan
·   Pemompaan dari sumber air, lorong tambang, terowongan, galian
Penambahan
·   Pemompaan ke dalam rservoar bawah tanah
·   Pengisian reservoir di permukaan tanah
KEMUNGKINAN HASILNYA
PENURUNAN ATAU KEHILANGAN KETAHANAN
KETIDAKSTABILAN LERENG
Pnyemnuan pada galian lantai
PENURUNAN PERMUKAAN
·  Penurunan permukaan
·  Ketidak stabilan lereng
·  Perubahan kualitas air tanah
·   Gempa bumi
·   Ketidak stabilan lereng
·   Pencemaran air tanah
PROSES ALAMI
(terjadi terus menerus)
Statis
·    Pengendapan sedimen, salju, es
Dinamis
·  Gempa bumi
·  Gelombang laut
·  Pasang laut
Permukaan
·  Perubahan sifat material dan ole pelapukan
·  Erosi sungai, laut, dan angin
Bawah-tanah
·   Terbentuknya gua karsa (batuan kapur, gipsum, garam)
Peniadaan
·     Kekeringan
·     Perubahan alur sungai
Penambahan
·    Pengisian reservoir alami oleh geseran tanah
·    Perubahan alur sungai
·    banjir

Pembebanan (7.2.)
Peniadaan penopang (7.3.)
PERUBAHAN ZAT CAIR

Sedangkan contoh kostruksi berat adalah bangunan flat, kompleks industri, pelabuhan, sistem transportasi yang besar, dan bangunan bendungan.
Terlepas dari besarnya sebuah proyek, massa tanah akan dibebani oleh pondasi hendaknya memiliki sifat-sifat yang sedemikian rupa, sehingga proyek dapat dibangun dengan aman dan ekonomis serta struktur yang dihasilkan dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Sebelumnya sebuah pondasi kita pasang sering kali harus dilakukan penggalian (sub-bab 15.3.1). Dalam hal ini kita harus selalu memperhitungkan posisi drainase dan bahkan pemompaan perlu dilakukan sewaktu berlangsungnya pembangunan maupun sesudahnya.
Sebuah bangunan tertentu atau karya seni teknik sipil akan menimbulkan sebuah beban tertentu terhadap bawah tanah. Oleh pondasi, suatu volume tanah tertentu akan mengalami tegangan. Volume tanah yang akan mengalami tegangan tergantung dari beban pikul dan luas pondasinya. Pada tekanan yang sama, berlaku keadaan dimana semakin besar bidang pondasi, semakin dalam pula zona tanah yang menerima tegangan, gambar 15.1. tegangan akan berkurang sejalan dengan besarnya jarak sampai pada pondasi. Pada material anisotrop (batuan) tegangan bisa menjadi sangat anisotrop.
Gambar 15.2. sebuah ketentuan yang sering dijadikan pegangan adalah bahwa bawah tanah sampai pada kedalaman1 1,5 x diameter pondaasi akan selalu mengalami tegangan dan bahwa suatu studi geoteknis sampai pada kedalaman 2 x diameter pondasi akan mencakupi bagi sebuah penelitian terhadap pondasi. Tentu saja perkiraan-perkiraan seperti ini hendaknya kita gunakan secara hati-hati, gambar 15.3









 


 







 Gambar 15.1
Distribusi tegangan diabawah pondasi dalam medium isotop. Perhatikan pengaruh oleh besarnya pondasi




 











Gambar 15.2. pengaruh dari anisotropi terhadap distribusi tegangan. Garis-garis tegangan yang sama (bulbs of pressure) yang diperkirakan oleh Gaziev dan Erlikhman (1971) dari beberapa model.


Sebagai akibat dari terjadinya tegangan dalam bawah tanah, maka akan timbulah suatu deformasi (perubahan bentuk). Deformasi ini akan mengakibatkan suatu penurunan (settlement) tertentu terhadap bangunan yang bersangkutan. Besarnya penurunan maksimum yang dapat dialami oleh suatu bangunan tergantung dari beban pikul (berat bangunan dan beban pondasi. Beban-pikul maksimum (allowable bearing peasure) adalah tekanan yang dilakukan oleh pondasi bangunan tersebut terhadap massa tanah, dalam batas-batas yang masih dapat diterima.
Dengan demikian, beban pikul maksimum merupakan sebuah fungsi dari beban pikul dan perilaku deformasi dari bawah tanah. Setiap jenis tanah atau batuan mempunyai sebuah beban maksimum yang tertentu, gambar 15.4.dalam hal ini, penurunan akan berada dalam batas yang telah ditentukan bagi bangunan yang akan didirikan. Ini merupakan penyebab mengapa pada penelitian lapangan kita harus menentukan perilaku deformasi dari berbagai material geologis dan massa tanah penentuan modulus deformasi E (bab 11), nilai c dan

Gambar 15.3.
Pondasi adalah tidak mencukupi, karena  terdapat sebuah lapisan yang dapat dimampatkan didalam daerah tegangan yang signifikan. Untuk struktur ini harus digunakan pondasi B. (Tanda titik-titik: lapisan yang mempunyai gaya-pikul, putih : lapisan yang dapat dimampatkan).




 






Gambar 15.4.
Pondasi dengan baban-pikul F menyebabkan penurunan , dalam batuan A dan penurunan Z, dalam tanh B. Jika untuk sebuah bangunan telah ditentukan suatu penurunan maksimum sebesar X makastruktur tersebut bleh mempunyai sebuah beban-pikul D1 diatas tanah B, namun beban pikul yang diperkenankan untuk batuan A adalah D2.

nilai Ï• serta sifat konsilidasi. Pada suatu bawah tanah yang seragam, akan terjadi penurunan yang seragam atau normal. Akan tetapi, jika susunan tanah yang berada di sebuah bangunan ternyata bervariasi, terdapat kemungkinan terjadinya suatu penurunan diferensial, di mana penurunan akan bervariasi di sepanjang bangunan tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan rusaknya bangunan itu. Jadi, perilaku penurunan sebuah banguan tergantung dari geologi lahan bangunan itu sendiri dan dari beban pikul yang ditimbulkan oleh bangunan tersebut bangunan terhadap bawah tanah.
Apabila sebuah beban ternyata terlampau besar bagi bawah tanah, maka massa tanah bisa kehilangan ketahanannya. Daya dukung maksimum (juga disebut daya pikul; ultimate bearing capacity) adalah tekanan maksimum yang dapat ditahan oleh masa tanah tanpa kehilangan ketahanannya. Daya dukung awan (safe bearing capacity) adalah gaya pikul maksimum dibagi suatu faktor aman.
Karena untuk sebagian besar material geologis, tercapainya kekuatan dan perilaku deformasi dapat diketahui, maka utuk ini dapat kita terangkan sebuah “gaya pikul yang aman”. ”Angka-angka ini dapat kita gunakan untuk rencana awal dari sebuah bangunan. Nilai-nilai yang kita gunakan harus disesuaikan kemudian terhadap hasil yang diperoleh dari percobaan di lapangan maupun percobaan di laboratorium.


Tabel 15.2 Gaya pikul yang aman dimiliki massa tanah dan massa batuan dalam kPa.


Daya dukung (kPa)
BATUAN
Batuan beku kuat atau gneiss kuat
Batuan kapur kuat dan bat pasir
Skis dan batu sabak
Batu anau kuat atau batu lempung dan batu pasir lunak
Batu lanau lunak atau batu lempung
Kapur kuat dan batu kapur lunak
10000
4000
3000
2000
600 - 1000
6000
TANAH
Kerikil rapat atau pasir/kerikil
Kerikil cukup rapat ata pasir/kerikil
Kerikil lepas atau pasir/kerkil
Pasir rapat
Pasir cukup rapat
Pasir lepas
Lempung sangat kaku atau keras
Lempung kaku
Lempung kokoh
Lempung lunak gabut dan sebagainya
>600
200 – 600
< 200
>300
100 – 300
>100
300 – 600
150 – 300
75 – 130
< 75

Tergantung dari situasi geologisnya, kita dapat membedakan kemungkinan-kemungkinan berikut bagi pondasi:
-          Batuan yang berada langsung atau tidak jauh di bawah permukaan tanah, sehingga bangunan yang bersangkutan dapat didirikan diatasnya.
-          Batuan dapat berada pada suatu kedalaman tertentu di bawah permukaan tanah, tetapi pada jarak yang sedemikian rupa sehingga beban bangun dapat dialihkan pada batuan.
-          Pondasi harus di pasang di atas tanah, karena permukaan batuan berada terlalu jauh di bawah permukaan tanah.


 










Pondasi harus dipasang diatas tanah, karena permukaan batuan berada terlalu jauh dibawah permukaan tanah.

a.                   Pondasi di atas batuan
Daya dukung yang aman dari material batuan ada kalanya sudah mencukupi bagi kebanyakan bangunan. Akan tetapi jika pelapukan juga turut berpengaruh di tempat pembangunan, sifat-sifat yang dimiliki material bisa berubah secara drastis, sehingga tidak mustahil bangunan yang bersangkutan akan ambruk.
Karena itu, waktu berlangsungnya penelitian lapangan, hendaknya ditentukan dengan cermat ke dalam dari zona pelapukan, table 15.3 sering kali perlu dilakukan penggalian agar kita dapat memasang pondasi di atas batuan bersih. Disamping itu, bebarapa jenis batuan bisa sedemikian pekanya terhadap pelapukan sehingga ketika pembangunan sedang berlangsung atau sesudah dapat terjadi pelapukan.
Batuan yang sangat peka terhadap pelapukan adalah batuan yang mengandung mineral lempung (serpih atau serbak) yang mengandung mika (skis). Oleh karena itu, perlindungan sebuah dinding batuan yang telah dibersihkan sering kali dilakukan dengan adukan semen, gunite, atau beton agar batuan tersebut tidak tercemar oleh udara basah, gambar 15.6.
Hal penting lainya pada pondasi di atas batuan adalah tentu saja orientasi dan sifat dari diskontinuitas (discontinuity) di dalam massa batuan. Ambruknya sejumlah konstruksi yang dibangun di atas batuan adalah akibat dari berbagai gerak dari patahan, dialas atau bidang lipatan. Karena itu, kita harus memperhatikan orientasi, gaya-geser dan kemungkinan terjadinya tekanan air di sepanjang suatu diskontinuitas (sub-bag. 15.3.2)
Pada batuan yang sepintas tampak kokoh dapat ditemukan rongga-rongga pada suatu kedalaman tertentu. Khususnya pada batu kapur, yang dapat mengandung lubang-lubang pelarutan dan sejumlah gua (batuan lain dengan gejala pelarutan adalah batu garam, gypsum, anidrit). Pada sebuah bendungan, hal tersebut dapat menimbulkan-disamping berbagai masalah yang berhubungan dengan pondasi-masalah kebocoran pada reservoir.
Di daerah pertambangan sering ditemukan lorong-lorong dan cemuk-cemuk tersebut harus dipasang pondasi, maka kita harus mengetahui lokasi lubang-lubang bawah tanah ini dan pondasi hendaknya dipasang pada batuan dibawah lubang-lubang tersebut, atau lubang-lubang tersebut harus dicor penuh dengan beton.


b.                  Pondasi pada lapisan batuan di dalam bawah tanah yang dalam.
Apabila dalam bawah tanah yang dangkal (hingga maksimum sekitar 75 m) terdapat suatu lapisan batuan (atau sebuah bidang yang terdiri dari batuan keras), maka sering kali di situlah pondasi dipasang, biasanya dengan batuan tiang-tiang pancang.
Berbagai kesulitan yamg umum terjadi pada batuan tentu saja disinipun bisa muncul. Yang penting di sini adalah penentuan kedalaman yang terdapat dan sifat dari permukaan batuan. Ada kalanya permukaan ini bisa sangat tidak beraturan dan kadang mengandung beberapa lembah sungai yang tersembunyi.

c.                   Pondasi di atas tanah
Umunya kota di dunia bertumpu pada pondasi atas tanah. Penyebabnya adalah lokasi kota kota tersebut yang terletak di tepi pantai di muara sungai, dan sebagainya. Penelitian lapangan cera mekanika tanah dengan batuan pensonderan, pemboran, dan cara-cara lainnya sangat diperlukan untuk dapat menentukan dengan baik berbagai kondisi bawah tanah. Kita dapat memilih pondasi berupa lapisan-lapisan yang tidak terkonsolidasi oleh konstruksi sebuah balok, atau pondasi pelat, gambar 15.9. Sebuah  kemungkinan lain adalah pembuatan pondasi diatas tiang-tiang, dimana struktur dipikul oleh lapisan kokoh pada kaki tiang atau rekatan antara tiang dan tanah sekelilingnya. Suatu pondasi permukaan dan pondasi tiang mempunyai distrbusi tegangan yang berbeda – beda di dalam bawah tanah.

VARIASI MATERIAL TERHADAP PELAPUKAN UNTUK DOLERIT DARI STIRLING, SKOTLANDIA

Tingkat Pelapukan

Kerapatan Kering (Mg/m3)

Kecepatan Gelombang Suara m/detik

Kuat Desak Bebas MN/m2

Kuat Tarik Bebas MN/m2

Porositas %

Modulus Deformasi MN/m2

Pantulan Palu Schmidt no.

Segar atau agak lapuk

2,86

4000
-
5000

160-180

42-48

0,4

165 x 103

64

Cukup lapuk

2,84

2500
-
4000

83-160

15-42

0,5

33 x 103

53

Sangat lapuk

2,75

1800
-
2500

58-83

11-15

1,0

---

45

Seluruhnya lapuk

2,67

1400
-
1800

24-58

2-11

3,2

---

25

TABEL 15.3.





 










A). Pelapukan kantung wol dalam granit dan dolerit. Peapukan jenis ini bisa embingungkan daam penelitian-lapangan. Lubang bor A memberikan sejumlah besar batuan yang masih utuh, yang dapat menjurus kepada suau penelitian yang keliru tentang kedalaman sampai ke permukaan batuan.




 








B). Pelapukan Diferensial dalam batuan yang berlapis-lapis.
C). Permukaan pelapukan yang tidak beraturan.
Sebuah garis geofisis (seismic atau elektromagnetik)
dapat menentukan ketidakberaturan tersebut.
Penelitian melalui lubang bor saja dapat
menghaslkan penilaian yang keliru.



Gambar 15.6.  Pelapukan

            Diagram instalasi konstruksi dan penyuntikan lubang-lubang untuk pengisian kembali lorong-lorong tambang








Gambar 15.7. Pengisian lorong-lorong tambang tua untuk pondasi


 













Tampak irisan sebuah bangunan kantor Mdern di Fridtjor Nansen’s Plass, Oslo, Norwegia, yang memperlihatkan variasi pada permukaan batuan pondasi. (Direproduksi atas izin the Norwegian Geotechnical Institute).
Gambar 15.8
Pondasi diatas permukaan batuan pada bawah tanah yang dalam. Perhatikan ketidakteraturan permukaan batuan.
2.                  Beban Dinamis
Sebuah beban jenis lain yang dapat bereaksi terhadap massa tanah adalah beban dinamis. Sejumlah getaran bisa ditimbulkan oleh masin-mesin, arus lalu lintas ketika berlangsungnya pendirian bangunan-bangunan teknik sipil oleh gelombang, dan oleh gempa bumi, adalah gempa bumi yang paling banyak menimbulkan kerusakan.




 




(a)


                                                                                               




                      (c)                                                        (b)
Beberapa Jenis Pondasi

Gambar 15.9.
Beberapa pondasi di atas tanah. (a) Pondasi pelat (“op staal”) dalam tanah yang memiliki daya pikul yang cukup besar. (b) Pondasi melalui tiang-tiang di atas tanah yang memiliki daya pikul cukup besar. (c) Pondasi kotak dalam tanah yang daya pikulnya kecil.

            Gempa bumi terutama sekali disebabkan oleh gerakan pada patahan di dalam kulit bumi misalnya pada zona subduksi atau pada patahan transversal di betulan tepi-tepi pelat besar bumi. Gerakan ini tidak berlangsung secara beraturan, melainkan menghentak-hentak (‘stickslip’). Tempat timbulnya gempa bumi kita namakan episentrum. Titik hiposentrum ditentukan melalui analisa saat munculnya gelombang-gelombang P dan S dalam berbagai stasiun ukur seismic. Jika S = jarak dari stasiun seismic ke hiposentrum, Vs  = kecepatan gelombang S ; Vp  = kecepatan gelombang P ; T = selisih saat pemunculan antara gelombang P dan gelombang S (Vp > Vs) maka:
T =  −  Ã  S =

Dengan bantuan trigulasi atas berbagai jarak S yang dicatat oleh berbagai stasiun-ukur di dunia, lokasi hiposentrum dapat ditentukan. Sebuah pembagian gempa bumi atas dasar kedalaman, seperti yang diberlakukan di eropa dan amerika, adalah:




0-60 km
Dangkal
60-300
Cukup dalam
>300
dalam

Kebanyakan gempa bumi tidak hanya terbatas hanya terbatas hingga satu getaran saja. Setelah hentakan (shock) yang pertama biasanyaakan menyusul hentakan-hentakan lain, yang bisa berkekuatan lebih besar dan tidak selamanya mempunyai hiposentrum yang sama.
Setiap gempa bumi mempunyai suatu kekuatan atau besar M tertentu yang bersesuaian dengan banyaknya energi yang dilepaskan pada waktu terjadinya getaran. Kekuatan ini dapat dihitung dari amplitudo hasil seismic maksimum yang tercatat pada sebuah seismograf.
Richter telah mengembangakan sebuah metode untuk dapat membandingkan kekuatan gempa bumi. Amplitudo maksimum yang diukur dari sebuah getaran di sebuah getaran di sebuah stasiun tertentu harus dihitung balik ke amplitudo maksimum yang dicatat sebuah seismograf Wood Andresson pada jarak 100 km dari episentrum getaran. Jadi, kekuatan Richter adalah:

M= log Amaks
(M=skala Richter, Amaks. = amplitudo maksimum pada jarak 100 km dari episentrum)

Penentuan Besarnya Gempa bumi


 





Gambar 15.10.
Besarnya gempa bumi adalah sebuah ukuran tentang banyaknya energy yang dilepaskan oleh peristiwa tersebut, ditentukan dari sebuah stasiun di kejauhan. Jarak dari stasiun seismograf ke episentrum gempa bumi ditentukan dari saat kedatangan gelombang-gelombang  P dan S.  selisih waktunya akan bertambah besar dengan bertambahnya jarak, karena gelombang-gelombang P dan S melaju dengan kecepatan berbeda. Apabila jarak bertambah besar, amplitudo gelombang S akan bertambah besar pula. Karena amplitudo dari gelombang S berhubungan dengan energi dari gempa bumi, maka beratnya gempa bumi akan ditentukan dari hubungan anatara energi (amplitudo) dan jarak tempuh (selisih waktu). Energi yang dicatat pada seismograf di kembali ke lokasi gemba bumi berdasarkan jarak tempuhnya.
Log E = 12,24 + 1,44 M
Dari sini diketahui bahwa sebuah getaran M = 8,6 akan melepaskan sekitar 106 X jumlah energi seperti sebuah getaran M = 4,3.
Intensitas sebuah gempa bumi didasarkan pada banyaknya kerusakan yang ditimbulkan sebuah gempa pada permukaan bumi ketika berlangsungnya sebuah gempa, table 15,4.
Tugas seseorang insinyur geologi adalah memperkirakan kemungkinan terjadinya gempa di sebuah tempat tertentu dan kemungkinan kekuatanya. Ia dapat membuat perkiraan mengenai kekuatan maksimum dari gempa yang akan datang, dan perkiraan tentang besarnya gempa yang mungkin terjadi tersebut, misalnya yang bisa muncul sekali dalam seratus tahun. Perkiraan-perkiraan seperti ini dapat digunakan untuk perencanaan bangunan sipil yang harus tahan gempa. Dalam hal ini, ahli geologi tersebut dapat menggunakan peta-peta resiko seismik. Peta-peta ini dibuat oleh para ahli seismologi berdasarkan data-data yang dikumpulkan oleh seismograf dalam waktu seratus tahun terakhir. Data-data mengenai gempapada masa lalu harus berasal dari berbagai sumber sejarah (lihat gambar 14.36)
Sebuah rencana yang harus tahan gempa hendaknya memperhitungkan percepatan-percepatan dan getaran-getaran yang bisa timbul pada sebuah gempa bumi dengan kekuatan tertentu. Pada sebuah proyek seperti itu, seorang insinyur geologi harus dapat memberitakan sebuah rincian tentang perilaku material geologis bereaksi terhadap beban dinamis bisa sangat berbeda-beda.Amplitude dari percepatan horizontal dan percepatan vertical yaitu goyangan berhubungan langsung dengan sifat-sifat mekanis yang dimiliki material geologis, gambar 15.11.batuan yang massif dan kokoh memiliki modulus elastisitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan batuan lembek. Itulah sebabnya mengapa pada sebuah gempa dengan kekuata (tegangan) tertentu, amplitude (deformasi) pada material yang lebih lembek terbukti lebih besar.
Hendaknya baik sifat-sifat material batuan maupun sifat-sifat masa batuan telah ditinjau pada waktu menentukan berbagai percepatan di permukaan bumi, gambar 15.12  pada material tanah, pasir jenuh yang lepas mungkin akan meleleh (liquefaction) jika berada pada sebuah lereng, atau bahkan memdat jika material tersebut berada pada dalam sebuah situasi tertutup, gambar 15.13 . pada waktu air yang sangat tertekan keluar permukaan bumi ketika berlangsunya sebuah gempa, akan terbentuk geiser lumpur ataupun vulkan lumpur. Panurunan (settlement) massa pasir atau lanau lepas yang jenuh sewaktunya terjadinya pembebanan dinamis dapat menimbulkan banjir lumpur. Beban dinamis sewaktu berlangsunya sebuah gempa dapat berpengaruh besar terhadap gaya geser material geologis.
Percepatan Horizontal yang sejajar dengan suatu diskontinuitas (discontinuity) penting dalam sebuah lereng batuan bisa sangat mengarungi kohesi pada diskontinuitas yang bersangkutan. Pengurangan yang berkombinasi seperti ini dalam kohesi maupun dalam tegangan normal bisa mengurangi kohesi pada diskontinuitas yang bersangkutan. Pengurangan yang berkombinasi seperti ini dalam kohesi maupun dalam tegangan normal bisa mengurangi gaya geser sedemikian rupa sehingga dapat terjadi gerakan lereng.
Sifat-sifat geologis dan sifat-sifat massa dari massa tanah yang akan digunakan untuk pondasi sebuah bangunan teknik sipil bisa sangat berpengaruh terhadap percepatan yang akan dalami bangunan yang bersangkutan. Pondasi suatu struktur yang dipasang pada

Tabel 15.4 Besar dan intensitas gempa bumi

Intensitas
Keterangan
Besarnya menurut Skala Richter
Perkiraan radius pengamatan
I
Instrumental
Hanya diketahui lewat seismograf


II
Lemah
Hanya terasa oleh orang yang sensitif (peka)
3,5 hingga 4,2
2 – 15 mil
III
Ringan
Mirip getaranyang ditmbulkan sebuah lori (truk) yang lewat; terasa oleh orang yang sedang santai, khusus nya dilantai atas


IV
Sedang
Terasa oleh orang yang sedang berjalan kaki; bergoyangnya benda-benda lepas, termasuk kendaraan yang seang diam
4,3 hingga 4,8
15 - 30 mil
V
Agak kuat
Pada umumnya terasa; orang yang sedang tidur akan terbangun dan lonceng-lonceng akan berdentang


VI
Kuat
Pepohonan bergoyang dan semua benda yang menggantung akan berayun-ayun; kerusakan akibat berjatuhannya benda-benda lepas
4,9 hingga 5,3
30 – 70 mil
VII
Sangat kuat
Orang mulai panic; dinding-dinding menjadi retak, plesteran terlepas
5,5 hingga 6,1
70 – 125 mil
VIII
Merusak
Para pengemudi kendaraan sangat terganggu; tembok retak-retak; cerobong asap runtuh; bangunan yang kurang kokoh banyak yang rusak
6,2 hingga 6,9
125 – 450 mil
IX
Merobohkan
Sejumlah rumah roboh ketika tanah mulai berderak; pipa-ppa pecah
7,0 hingga 7,3
250 – 450 mil
X
Menghancurkan
Tanah sangat retak; sejumlah bangunan hancur dan rel kereta membengkok; akan longsor lereng-lereng curam


XI
Sangat Menghancurkan
Hanya beberapa bangunan saja yang masih berdiri, jembatan-embatan hancur; sema prasarana (jalan kereta, jaringan pipa, dan kabel) tidak berfungsi; terjadi longsoran dan banjir besar
7,4 hingga 8,1
250 – 450 mil
XII
Malapetaka
Kehancuran total; berbagai obyek beterbangan keudara, tanah naik dan turun bergelombang
8,1 +
250 – 450 mil

ayahku, rivalku


ini cerpen karya gue, riri, sama amung niih. 
temanya semangat anti korupsi.
dibaca yaaa..


Langit senja menghiasi sore ini, suasana penuh keramain terlintas di kota Jakarta. Ya itulah yang selalu terjadi di kota ini. Orang-orang selalu sibuk dengan kesibukannya sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang lebih untuk mereka. 
Oke sebelum lanjut ke cerita yang lebih jelas, gue bakal ngenalin diri gue. Nama gue Satria Atma Wijoyo, gue anak kedua dari dua bersaudara dan terlahir dari keluarga yaa alhamdulillah berkecukupan. Gue tinggal di sebuah perumahan terkenal di pusatnya Jakarta.
Tapi tenang guysss, walaupun gue terlahir dikeluarga yang berkecukupan, tapi gue ga akan pernah bangga sama apa yang gue miliki dari kecil.  Kalian tau kenapa?? Selain itu semua pemberian orang tua gue, tapi disitu semuanya adalah kerja keras orang tua gue. Tapi jangan salah, yang gue miliki saat ini untuk keperluan pribadi gue adalah usaha gue sendiri. Orang tua gue cuma kasih support sama do’a aja buat anak-anaknya.
Dari dulu gue bercita-cita menjadi seorang pengacara yang handal, dan akan selalu membela yang benar walau sekalipun mereka orang yang tidak berada. Kenapa ? Karna bagi gue keadilan dan kejujuran itu penting nilainya. Dan yang benar akan selalu benar tanpa harus mengenal status. Alhamdulillahnya gue sekarang udah bisa jadi seorang pengacara. Gue lulusan Sarjana Hukum di salah satu Universitas Negeri ternama di Indonesia.
Gue ga akan penah sia-siain profesi gue yang sekarang. Tapi hingga saat ini yang selalu terbesit dipikiran gue adalah hukum di negara ini kadang ga adil. Emang gak adil sih menurut gue. Oke itu semua bisa dilihat dari beberapa kasus. Contohnya kasus maling ayam, mereka dipenjara sampe kurang lebih ya sekitar 5 tahun. Tapi untuk kasus lain mereka si para penjahat kelas kakap telah mengambil keuangan negara dan hak orang lain dengan jumlah yang sangat besar, cuma dikenakan hukuman penjara 2 tahun, dan itu pula mereka bisa berkeliaran begitu saja. Mereka bisa saja melakukan itu semua karena mereka memberikan uang jaminan kepada aparat hukum yang memiliki sifat buruk.  Akibat masalah itu semualah gue jadi terpacu untuk menjadi seorang pengacara. Karena gue paling tidak suka sama yang namanya KORUPSI !!!
Kalian juga bisa lihat kasus-kasus sekarang, mereka yang korupsi masih aja bisa berlenggok di kantor DPR, di mall, dimana-mana pokoknya. Terus juga mereka yang korupsi dibebaskan dari hukuman oleh hakim yang notabene dia adalah mantan narapidana kasus korupsi. Lho, kok bisa ???
**
Hari ini gue sangat bersemangat untuk menjalankan segala tugas-tugas gue seperti biasanya , ya menangani sebuah kasus yang udah biasa gue jalanin. Dan suasana di pagi hari ini pun sangat mendukung untuk semuanya. Oke gue harus semangat !!!
Gue bergegas merapikan diri dan seperti biasa, sarapan bareng bokap, nyokap, dan kaka gue. Tumben hari ini semuanya kumpul bareng di meja makan, biasanya salah satu diantara mereka ada yang ga ikut sarapan bareng. Ya maklumlah bokap gue seorang pengusaha.  Selalu sibuk tiap hari, kalo nyokap gue seorang ibu sosialitas yang tetap selalu inget keluarga, dan kaka gue seorang hakim di salah satu pengadilan negeri Jakarta yang udah banyak menangani kasus berat. Haha.. jangan berat-berat, nanti susah diangkat. Lho ?
“pagi bu, yah !!” sapa gue
“pagi sayang!!” jawab nyokap gue yang cantik
“wah semangat sekali kamu hari ini?” tanya ayah
“iya dong yah, semangat untuk ngejalanin tugas yang akan kita hadapi, ya semoga saja kasus yang nanti akan aku terima itu bisa berjalan dengan lancar dan sukses” jawab gue
“amiiiiiiiinnnnn” sahut nyokap dan bokap gue
“oke aku pergi duluan ya” sahut kaka gue
Kaka gue langsung bergegas menuju kantornya.
Sarapan pun selesai, gue langsung pamitan sama orang tua gue, dan seperti biasa gue selalu minta do’a dari mereka buat mendokan gue supaya semua urusan gue lancar.
**
Emm, lagi-lagi jalan di kota Jakarta macet, kapan ya Jakarta di hari kerja bisa lancar-lancar aja dan aman terkendali ? ya berdoa sajalah semoga itu bisa. Aminnn ..
Untuk menghilangan kejenuhan gue akibat jalanan yang macet gue mencoba mendengar musik, ehh tapi ada seorang pengamen yang suaranya cukup bagus dan merdu. Usianya masih belia, okeee gue panggil dia untuk menyanyi didepan gue.
“namamu siapa nak?” tanya gue
“namaku Asilah” jawab pengamen itu
“kamu ga sekolah emangnya?”
“ aku masuk siang ka, aku ngamen untuk ongkosku kesekolah nanti” jawab gadis kecil
Karna jalan sudah lancar aku segera mengeluarkan uang untuknya “ini untukmu”
“wah banyak sekali ka, terima kasih banyak yaaa”
Kembali ke perjalananku menuju kantor, sampai di parkiran ada tukang gorengan ya aku beli saja dan aku bagikan untuk satpam dan Office Boy di kantorku. Berbagi rejeki itu kan indah hehehe .. sesampainya di kantor teman-teman sudah sibuk di depan laptopnya.
“pagi semuaaaaa!!!” sapa gue
“pagiii” jawab teman-teman
“pagiii , oiya Satria tadi lo dicari sama pak Taufik tuh diruangannya” kata Iqbal
“Emm ada apa ya pak Taufik manggil gue?? Yaudah, thanks ya Bal”  jawab gue
Sesampainya gue di ruanganan pak Taufik ternyata beliau sedang menerima telepon dari klien yang sangat penting nampaknya.
“pagii pak” sapa gue
“pagi Sat, silakan duduk”
“bapak memanggil saya ?”
“iya, barusan saya dapat telepon dari sebuah perusahan besar di Jakarta yang sedang mengalami sebuah masalah kecurangan di bagian keuangan perusahan mereka. Dan vokasi diminta untuk menyelidiki kasus ini, kamu diminta untuk menjadi seorang pengacara untuk perusahan mereka.” Jawab Pak Taufik
“emm tapi saya harus tau lebih jelas pak akan masalah yang terjadi diperusahan mereka. Karena saya tidak mau gegabah untuk mengambil suatu kasus yang akan saya tangani”
“baiklah, sekarang kita langsung saja ke perusahaan mereka, karena mereka sudah membuat jadwal ketemu dengan kita jam 8 ini” ujar pak Taufik
Tanpa berpikir panjang gue dengan pak Taufik bergegas ke perusahan itu.
**
Sesampainya disana, sambutan yang cukup ramah dari petinggi-petinggi perusahaan itu. Lalu pemilik perusahaan itu memulai pembicaraan, “oke kita mulai saja membicarakan masalah yang telah terjadi di perusahaan ini. Sebelumnya saya sangat berterimakasih atas kehadiran Pak Taufik dan Pak Satria yang bersedia hadir memenuhi permintaan kami. Jadi begini Pak Satria, kami atas keluarga besar perusahaan ini meminta saudara untuk menjadi pengacara perusahaan kami, masalah yang terjadi karena masalah kecurangan di bagian perusahaan kami”
“memang hal apa yang telah membuat kecurangan ini?” tanya saya.
“jadi para inivestor telah melakukan kecurangan atas pengambilan penghasilan mereka dari saham yang mereka berikan ke perusahaan kami. Jadi kami, merasa merekalah yang patut dicurigai” ujar pemilik perusahaan itu, Pak Andi Laksono namanya
“baiklah, itu masih praduga kita semua, lebih baik kita melakukan penyelidakan terlebih dahulu, dan kita harus mengumpulkan beberapa bukti. Oke saya butuh nama para investor beserta data-data saham yang mereka miliki di perusahaan ini” jawabku
“baik ini nama-nama investor kita berikut data-data saham yang mereka miliki” jawab Pak Andi Laksono
“baiklah kalau begitu kita akan melakukan penyelidikan segera” ujar pak Taufik
“terima kasih Pak Taufik dan Pak Satria atas bantuannya, saya harap kasus ini bisa terungkap dan perusahaan saya kembali normal”
‘sama-sama Pak, ini sudah menjadi tanggung jawab saya” jawabku
“oke, mari pak, kami akan kembali ke kantor” kata Pak Taufik
“oke, sekali lagi terima kasih Pak” jawab Pak Andi Laksono
Kamipun langsung kembali ke kantor.
**
Hari demi hari pun terlewati, ternyata bukti-bukti yang didapatkan masih belum lengkap namun pencarianpun tetap gue lanjutkan. Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran gue. Gue perhatiin data-data itu, ada satu nama yang buat gue tercengang. Tapi, gue tetap positive thinking aja. Gue terus cari bukti-bukti yang lain.
**
Suatu ketika di sebuah sudut ruangan kantor di perusahaan Pak Andi Laksono.
“gimana rencana kita selanjutnya Pak ?” tanya salah satu orang suruhan Pak Saryo, Roni sebutnya.
“bagaimanapun caranya kamu harus bisa mengatur urusan ini, jangan sampai ada satu orangpun yang tahu, paham !” gertak Pak Saryo
Ketika mereka sedang berbincang-bincang, tak disangka ternyata ada seorang OB yang mendengar perbincangan mereka. Si OB kaget mendengar apa yang mereka bicarakan, lalu dengan tidak sengaja, OB itu menjatuhkan vas bunga yang ada di depan ruangan itu. Ia kaget dan langsung lari.
Kemudian, Pak Saryo menyuruh anak buahnya itu untuk keluar dan memeriksa keadaan. Roni mengejar orang tersebut dan ternyata orang itu adalah OB, lalu Roni memberitahukan hal itu kepada Pak Saryo.
“Pak, sepertinya kita dalam keadaan yang tidak aman” ujar Roni
“maksud kamu apa ????” tanya Pak Saryo
“OB sialan itu mendengar pembicaraan kita”
“apa ??? Pokoknya saya tidak mau tahu, bagaimanapun caranya kamu harus lenyapkan dia” jawab pak Saryo dengan suara lantang
“baik bos”
Dengan pikiran yang kacau, Pak Saryo gelisah dengan keadaan itu.
**
Suatu hari ketika si OB tersebut sedang menyapu ruangan, Roni meminta seseorang untuk menyuruh OB itu menyapu halaman belakang kantor. Lalu si OB pun ke halaman belakang, Roni langsung menghampirinya dan memberikan sejumlah uang.
“ini apa Pak ?” tanya OB
“ya uanglah, koplak !!!” jawab Roni
“maksud bapak apa?”
“gue tau lu pasti dengar pembicaraan gue kemarin”
“terus kenapa pak ? masalah buat bapak ?”
“jelas ini masalah buat gue ! Gue minta lu tutup mulut soal hal itu !”
“jadi intinya, bapak menyuap saya ?”
“udahlah, jangan munafik. Gue tau lu cuma seorang OB dan lu butuh uang ini”
“maaf ya Pak, sekalipun saya OB, saya gak serendah kalian !”
“lancang banget lu bilang kaya gitu, kalo emang lu ga mau tutup mulut tentang masalah itu, jangan salahin gue kalo sesuatu terjadi dengan keluarga lu !” ancam Roni
“saya merasa saya benar, saya gak pernah takut dengan ancaman bapak”
Tanpa pikir panjang, Roni langsung menghajarnya hingga babak belur.
Kemudian Roni pergi meninggalkan si OB yang pingsan.
**
Dua hari kemudian, gue pergi ke perusahaan pak Andi Laksono untuk melengkapi data-data penyelidikannya. Ketika sampai di depan kantor tersebut, gue melihat seorang OB dengan muka yang membiru. Lalu gue menghampirinya.
“muka bapak membiru, habis berantem Pak?” tanya gue
“gak kok Pak, saya habis jatuh kemarin”
Lalu OB tersebut langsung pergi meninggalkan Satria.
Gue merasa ada yang aneh dengan keadaan OB tersebut. Kemudian gue langsung masuk ke ruangan Pak Andi Laksono.
“selamat siang Pak” sapa gue
“selamat siang Pak Satria, silakan duduk”
“terima kasih Pak”
“bagaimana perkembangan kasus perusahaan saya Pak ?”
“iya, saya sedang berusaha melengkapi data-data penyelidikan ini Pak. Oh iya, seminggu lagi sidangnya akan dimulai Pak. Saya minta agar Bapak turut hadir di sidang tersebut. Dalam seminggu ini, semua investor akan diperiksa oleh tim penyelidik dari kejaksaan”
“baiklah, saya pasti datang”
Kita melanjutkan pembicaraan. Setelah kita selesai melakukan pembicaraan, gue meninggalkan ruangan Pak Andi Laksono. Ketika gue menuju tempat parkir, gue melihat OB yang di temui tadi siang. Gue penasaran, lalu menghampiri lagi OB tersebut. Dan OB melihat gue, ia menghindarinya. Gue tetap mengejarnya.
“Pak tunggu !”
Si OB menghentikan langkahnya.
“kenapa bapak menemui saya lagi ? Bapak orang suruhan dia kan ?” tanya si OB
“dia ? dia siapa ?” tanya gue penasaran
“emang bapak siapa ?”
“saya Satria. Maksud Bapak tadi apa ? orang suruhan siapa ?”
Dengan rasa penasaran, Satria mengajak OB tersebut duduk dan menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.
“Pak, saya ini pengacara perusahaan tempat bapak kerja”
Si OB kaget karena sebelumnya ia mengira bahwa gue itu adalah orang suruhan Pak Saryo. Ia agak menyesal karena ia keceplosan mengungkapkan masalah yang terjadi. Gue mencoba menggali informasi dari si OB, akhirnya lama kelamaan, si OB menceritakan masalah yang terjadi dengannya kemarin-kemarin.
“begini Pak, sebenarnya beberapa minggu yang lalu saya mendengar pembicaraan Pak Saryo dengan orang suruhannya, Roni. Mereka membicarakan masalah uang investasi yang mereka curangi di sudut ruangan kantor. Dengan tidak sengaja, saya menjatuhkan vas bunga sehingga menyebabkan mereka tahu bahwa saya mengetahui rencana mereka. Kemudian mereka mencoba menyuap saya agar saya tutup mulut masalah ini. Tapi saya menolak, karena itu Roni memukuli saya Pak” cerita si OB
“Saryo ? Saryo siapa maksudmu ?” Satria kaget mendengar nama itu.
“Iya, Pak Saryo...Saryo Atma Wijoyo, salah satu investor perusahaan ini”
Mendengar hal itu, Satria sangat terkejut dan merasa tidak percaya.
“kamu jangan main-main, kamu serius ?”
“demi Tuhan saya tidak main-main Pak”
Setelah itu, Satria langsung meninggalkannya dan bergegas pulang.
**                                                                                                        I
Sesampainya di rumah, gue langsung membaringkan badannya, sesekali menghembuskan nafasnya.
Uuuuuhhhh...... !!!
Kecurigaan itu didukung oleh ketidakbiasaan ayah yang gelisah. Kemudian gue menanyakan kepada ayah tentang yang gue rasakan.
“Ayah, kok beda sih. Kenapa ayah gelisah?” tanya gue
“enggak kok ayah lagi ga enak badan aja” jawab ayahnya
“yah, aku mau tanya yah, ayah kenal pak Andi Laksono?
“iya ayah kenal beliau, emang kenapa?” jawab ayah dngan nada yang cemas
“Ayah tau dia siapa?”
“tau, dia pemilik perusahaan tempat ayah menanam saham. Ada apa kamu nanya seperti itu?”
“ga ada apa-apa tapi saya merasakan ada yang berbeda dengan sikap ayah?” tanyaku
“tidak biasa saja, memang kenapa?”
“ayah sudahlah, ayah jangan berbohong denganku. Bukankah ayah mengajarkanku untuk jujur?”
“memang apa yang kamu ketahui tentang ayah? Jangan sok tau kamu, kamu masih kecil saja sudah sok mengajarkan ayah!!” bentak ayah
“ayah tidak usah lagi berbohong dengan Satria. Satria tahu apa yang telah ayah lakukan.”
“ apa yang kamu ketahui tentang apa yang ayah lakukan?” tanya ayah
“satria tahu ayah seutuhnya, ketika ayah jujur ataupun berbohong.” jawab satria
“sudahlah jangan banyak omong kamu, ayah sudah capek.”
Kemudian ayah pun pergi ke kamar, dan Gue pun langsung ke kamar dengan perasaan curiga yang amat dalam.
**
Pagi hari yang cerah ini gue merasakan ada sesuatu yang berbeda. Sesampainya di pengadilan, gue dengan semangat menyelesaikan masalah ini, sangat terkejut ketika gue melihat ayah datang. Dan gue pun menanyakan kepada ayah.
“loh, kok ayah ada disini” tanya gue
“loh satria, kamu disini ngapain?” tegur ayah
Dengan bingung diliputi cemas Satria menebak-nebak maksud hadir ayahnya dalam persidangan ini.
“Saya lagi nanganin masalah ini yah, ayah sendiri ngapain?” balik Satria
“Ayah dipanggil jadi saksi Satria”
“Maksud ayah ?(dengan terkejut)”
Perbincangan itu terpotong oleh hakim yang memerintahkan persidangan dimulai.
Perasaan gue cemas dengan hadirnya ayah, sambil menebak-nebak dalam hati gue berpikiran bahwa kasus yang dihadapinya ada sangkut pautnya dengan ayah seperti yang gue curigai sebelumnya. Ketika semua memasuki ruang persidangan, gue kaget juga ternyata kakak gue jadi hakim di persidangan kali ini.
Sidang dimulai. Kemudian, kakak gue yang menjadi hakim menanyakan satu per satu investor yang diduga telah melakukan tindakan korupsi. Perasaan gue semakin penasaran. Ketika investor terakhir dipanggil namanya, betapa terkejutnya gue.
“investor yang terakhir, Bapak  Saryo Atma Wijoyo dipersilakan menempati kursi persidangan” ujar hakim
Betapa terkejutnya hakim ketika investor yang terakhir duduk di kurs persidangan.
Dengan canggung hakim menanyakan pertanyaan-pertanyaan kepadanya.
“saudara Saryo, berapa total hasil saham yang saudara punya di perusahaan?”
“hasil saham yang saya punya diperusahaan sebesar 3 milyar rupiah” jawab Pak Saryo
Dengan perasaan gundah yang diselimuti rasa kecewa, tapi karena tetap buat gue kejujuran adalah segalanya. Dengan memberanikan diri, gue membantah pernyataan saksi tersebut yang dia adalah ayah kandung gue sendiri.
“hakim yang terhormat, saya mempunyai data yang tidak sesuai dengan pernyataan yang disebutkan oleh saudara saksi” bantah gue
“baiklah, saudara sebutkan bukti terkait yang saudara dapakan” jawab hakim
“berdasarkan bukti yang kami dapatkan, kami menemukan bahwa hasil investasi yang saudara saksi terima akhir-akhir ini adalah lebih dari itu, melainkan 9 milyar rupiah” tegas gue
“bisakah saudara tunjukkan bukti terkait yang saudara maksud?”
“ini bukti nya” jawabku sambil memberikan dan menjelaskan bukti tersebut.
Setelah gue menjelaskan bukti yang gue miliki, pengacara dari ayah gue membantah bukti tersebut. Sebisa mungkin gue menegakkan kebenaran. Pengacara dari ayah gue tetap meminta gue untuk menunjukkan bukti yang lain. Akhirnya gue menunjuk OB untuk menceritakan semua yang terjadi. Gue meminta hakim untuk mengundang OB tersebut untuk duduk menjadi saksi. Dan hakimpun meminta OB untuk duduk dan menjadi saksi.
“saudara saksi, apa yang anda ketahui tentang kasus ini?” kata hakim
Dan OB pun menceritakan semua yang ia ketahui. Sampai pada akhirnya hakim memutuskan
“dengan semua bukti yang sudah telah terungkap, hakim memutuskan bahwa saudara Saryo Atma Wijoyo terbukti bersalah dan ditetapkan sebagai terdakwa korupsi sekaligus otak dari penganiayaan terhadap saudara Tono (OB). Dengan ini saudara Saryo Atma Wijoyo divonis hukuman 20 tahun penjara.
Hakimpun mengetuk palu. Dengan ini pengadilan memutuskan ayah gue sebagai tersangka tindak korupsi. Entah apa yang dirasakan gue, yang terpenting bagi gue adalah gue mengabdnyata hati kepada pekerjaan gue dengan keadilan.
Tak disangka ternyata hari ini adalah hari dimana gue harus menerima kenyataan pahit. Benar selama ini akhirnya kecurigaan gue terungkap. Ternyata kasus yang gue tangani selama ini adalah menyangkut ayah gue sendiri. Dan tanpa gue sangka hakim yang memutuskan ayah gue bersalah adalah kakak gue sendiri. Betapa Tuhan telah menunjukkan kebenaran-Nya.
Apa yang gue lakuin ini, memang berat buat gue, tapi gue gak akan nyesel sama semuanya. Justru dengan ini, bokap gue bisa sadar atas kesalahannya selama ini.
Seusai persidangan, gue berpapasan dengan kakak gue. Dan ternyata ada ibu juga disebelah kakak. Kita saling menatap penuh ketidakpercayaan. Lalu mereka merangkul gue, perasaan kami sangat sedih. Ibu hanya bisa menangis tanpa bisa berkata apa-apa. Dan disitu ayah menghampiri kami.
“Nak, terima kasih. Ayah bangga terhadap kalian. Kalian telah menjalankan tugas dengan baik. Kalian telah mengamalkan semua yang ayah dan ibu ajarkan kepada kalian. Tetaplah berada pada kebenaran. Maafkan ayah selama ini. Ayah telah berbohong pada kalian. Ayah tidak bisa menjalankan tugas sebagai seorang ayah yang baik untuk panutan kalian. Kalian jaga ibu baik-baik. Ayah sayang kalian” pesan ayah.
Kamipun saling berpelukan. Kami benar-benar tidak bisa melepas pelukan ayah. Lalu polisi langsung membawa ayah kedalam mobil. Tatapan kami tidah lepas memandang ayah sampai ayah pergi.
Hari demi hari kami menjalankan aktivitas kami tanpa ayah. Tapi itu semua tidak menghalangi tugas mulia kami. Kami selalu berdoa agar ayah tetap tegar menjalani ini semua dan ayah selalu diberikan kesehatan.
Dua puluh tahun kemudian ayah dibebaskan, kami pun sangat senang. Kami sekeluarga dapat berkempul kembali, dan ayah telah menjadi seorang ayah yang baik saat ini. Ayah berbeda tidak seperti yang dulu.
Okeeee, kejadian itu semua bisa gue ambil hikmahnya. Ini semua akan menjadi sebuah pelajaran buat keluarga gue.
Pelajaran yang gak akan kami ulangi lagi, khususnya buat ayah gue.